Blog Bursamuslim.com
Mal Online, Belanja Online Aman Pengusaha Muslim

Penyebab Produk yang Lebih Baik tidak selalu Menang

| 1 Comment

Anda mungkin memiliki teknologi yang lebih maju atau fitur-fitur yang hebat, tapi jika produk Anda tidak bernilai untuk pelanggan tersebut, kemungkinan produk tersebut untuk sukses sangat kecil.

Kita sudah mendengar perkataan beberapa CEO berkata, “Produk kami lebih maju daripada produk lain yang ada di pasaran. Bagaimana kami bisa gagal?” Sayangnya, Anda tidak perlu melihat terlalu jauh untuk menemukan produk hebat yang gagal di pasaran. Contohnya,

  •     Sony Playstation 3 vs Nintendo Wii
  •     Handphone Android (4G) vs iPhone 4 (3G)

Dalam kasus di atas, pembuat produk-produk yang ada di sebelah kiri percaya bahwa mereka membuat produk yang lebih bagus, tapi pasar membuktikan bahwa dengan kemampuan adaptasi pasar yang lebih baik, produk rivalnya sudah menciptakan lebih banyak nilai dimata pelanggan.

Kapan produk yang lebih baik bisa menang?

Produk yang lebih baik akan menang saat total nilai, yang didapat dari selisih keuntungan dan pengeluaran yang dimiliki pelanggan Anda bisa mereka pahami dengan jelas dan bisa menciptakan nilai lebih dari produk lain yang setara.

Sayangnya faktor-faktor pembeda tidak selalu jelas, dan konsumen tidak bisa memilih dengan benar. Perhatikan pertarungan antara Blu-ray dan HD-DVD, konsumen tentunya bisa membeli kedua produk, tapi peperangan ini bisa diselesaikan tergantung dari penyedia konten yang akan menyokong secara eksklusif salah satu produk. Tentunya karena lebih banyak konten yang tersedia untuk Blu-ray, maka nilai Blu-ray dimata konsumen akan naik, walaupun ada kemungkinan HD-DVD memiliki kualitas teknis yang lebih baik.

Jadi kapan menjadi lebih baik tidaklah cukup?

  1.  Saat fitur-fitur terbaik Anda tidak bisa memenuhi kebutuhkan konsumen
  2.  Saat konsumen tidak bisa melihat atau menyadari fitur-fitur Anda yang lebih unggul dari kompetitor
  3. Saat keuntungan yang didapat konsumen tidak bisa menutupi biaya yang bertambah karenanya.

Jadi apa pelajaran yang bisa dipetik untuk entrepreneur?

Entrepreneur yang sedang membangun bisnis baru seringkali salah mengasumsikan bahwa produk mereka akan sukses karena memiliki teknologi yang superior atau fitur-fitur yang hebat. Teknologi yang hebat memang akan menambah nilai jual, tapi hanya beberapa produk yang akan seberuntung itu. Dalam kebanyakan kasus, kita harus mengesampingkan sifat idealis kita dan berfokus pada apa yang diinginkan pelanggan kita.

Bagaimana cara seorang entrepreneur bisa membangun bisnis yang sukses dengan produk yang biasa-biasa saja?

  1. Bangunlah hanya fitur yang diinginkan dan akan dibeli oleh konsumen.
  2. Buatlah perbandingan nilai dari produk Anda dan produk alternatifnya, dan tingkatkan faktor yang akan membuat produk Anda diterima.
  3. Buatlah model bisnis yang lengkap, termasuk jalur penjualan dan partner distribusi yang akan memungkinkan Anda membentuk nilai yang ingin Anda buat.
  4. Mengertilah dasar ekonomi dari model bisnis Anda, dan sesuaikan besarnya seiring bisnis Anda bertumbuh.
  5. Buatlah rencana investasi yang akan membiayai pertumbuhan bisnis Anda.(startupbisnis.com)

 

One Comment

  1. Informatif

Leave a Reply

Required fields are marked *.